Sekian lama penasaran, akhirnya saya nyobain nembak. Bareng Cici, saya ke Shooting Club di Blok M Plaza lantai 4. Seru deh, kita nyobain 2 jenis senapan, yang laras panjang dan laras pendek.
Oya, 3 set yang kita coba adalah:
1. Senapan laras panjang, ditembakkan sambil duduk. Saya dan Cici masing-masing nembak 15 peluru.
2. Senapan laras pendek, ditembakkan sambil berdiri. Kita masing-masing nembak 15 peluru juga.
3. Senapan laras panjang, ditembakkan sambil berdiri. Karena mulai capek, 15 peluru kita bagi dua.
Cici keren deh, mungkin karena biasa main game, tu anak tembakannya rata-rata on target. Lah saya? Udah grogi, kaga pernah main game, berkacamata silinder pula! Jadinya tembakan saya sering meleset. Ditambah lagi, senapannya berat. Jadi waktu harus berdiri menahan senapan di udara dalam posisi lurus yang mantep sambil membidik titik sasaran dengan akurat tuh, susahhh! Pegel, mana lengan saya besar, jadi olah raga banget. Asli saya sampe keringetan.
Foto di atas ini tembakan perdana saya! ^_^
Tapi ya, olah raga ini emang bikin nagih. Setiap selesai nembak dan ternyata pelurunya meleset, rasanya kepingin langsung nembak lagi supaya bisa lebih mendekati sasaran. Dan lucunya, pas udah berhasil nembak tepat sasaran (bull's eye), rasa puasnya cuma bertahan sebentar. Yang ada kita malah makin penasaran lagi untuk mengulang tembakan sempurna yang sama. Gitu seterusnya, sampe dapet, sampe capek.
Dari kira-kira 37 peluru yang saya tembakkan hari itu, yang bull's eye cuma 3 kali doang. Itu juga gak pas-pas banget di tengah. Tapi saya puas, karena udah nyoba dan udah gak penasaran lagi.











No comments:
Post a Comment