Monday, June 17, 2013

A Toast for Kanye



Mr. Douchebag
Mr. Egomaniac
Mr. Flashy
Mr. Difficult
Mr. Outrageously hedonistic
Mr. Ridiculously ridiculous

Itu beberapa julukan yang muncul saat saya membaca berita-berita tentang Kanye West di internet. He's also widely known as a rapper with a bad temper and a loud mouth. Kelakuan-kelakuan kontroversialnya sering bikin gerah orang-orang, termasuk Barrack Obama, yang pernah secara terang-terangan menyebutnya sebagai seorang jackass. Yup, the President himself called Kanye that. Not once, but twice. Sebabnya? Bisa dibaca di sini.

Saya dulu juga keki sama Kanye. Ga benci atau gimana sih, tapi ya keganggu aja. Songongnya itu loh! He brags a lot about being a music jenius. Ih, kepingin ketawa bacanya, karena menurut saya jenius adalah sebuah pengakuan yang diberikan oleh suatu komunitas atau masyarakat secara kolektif kepada seseorang yang dinilai layak mendapatkannya, bukan sebuah pernyataan pribadi. Kalo kata saya, orang yang ngaku-ngaku dirinya jenius, pasti aslinya sebenernya kagak jenius. Kanye mah, emang caper aja, pikir saya lagi.

Tapi kemudian saya ketagihan lagu "Niggas in Paris" yang Kanye bikin bareng Jay Z. Lagu itu sering saya putar kencang-kencang (pake earphone) kalo lagi kerja. Gatau kenapa, beat-nya selalu bikin saya lancar menulis. Saya juga suka banget live performance Kanye dan Jay Z waktu bawain lagu itu di Victoria's Secret Show tahun 2011 dan saat tampil di Montreal dalam rangkaian tur Watch The Throne di tahun yang sama. I think they killed it ^_^. Meski begitu, saya masih biasa aja sama Kanye. For me, it's just another cool song and Kanye is just Kanye.

Tapi lalu saya suka dengan lagu Kanye lain. Kali ini "Mercy", hasil kolaborasinya dengan Pusha T, Big Sean, dan 2 Chainz. Meski nuansa-nya lebih dark, tapi beat-nya (lagi-lagi) keren. Saya juga suka styling videonya. Menurut saya sutradaranya punya artistic taste yang premium dan bisa menginterpretasikan lagu ini dengan sinematogafi yang ciamik. Kerasa greget gangsternya, tapi gak ghetto. Nah, lagu inilah yang bikin saya jadi intrigued sama Kanye dan mulai iseng-iseng browsing. Rada kaget juga karena ternyata banyak wartawan, kritikus, dan insiders di industri musik sono, yang beneran berpendapat bahwa Kanye itu hebat, inovatif, dan... jenius. WTF?????

Yang paling intriguing mungkin adalah quote dari Jon Caramanica (penulis "Behind Kanye's Mask" yang di-publish di website The New York Times pada 11 Juni 2013) di bawah ini:

"Mr. West has had the most sui generis hip-hop career of the last decade. No rapper has embodied hip-hop's often contradictory impulses of narcissism and social good quite as he has, and no producer has celebrated the lush and the ornate quite as he has. He has spent most of his career in additive mode, figuring out how to make music that's majestic and thought-provoking and grand-scaled. And he's also widened the genre's gates, whether for middle-class values or high-fashion and high-artdreams." (Lengkapnya baca di sini)

Asli, saya makin penasaran. Jadi waktu tersiar kabar bahwa Kanye akan mengeluarkan album baru tahun ini, dan akan bawain 2 single pertamanya di acara SNL, saya siap-siap nungguin rekamannya masuk Youtube. Pas liat dia bawain lagu pertama; "Black Skinhead", saya nganga. Lanjut ke lagu kedua; "New Slaves", oke saya nyerah. Damn, he is good. His two performances were raw. The beats are grand, and the lyrics are sharp and poetic at the same time. Seperti biasa, di situ Kanye marah-marah, tapi yang saya suka, liriknya ada isinya, bukan ocehan omong kosong berbumbu seks atau kekerasan seperti lagu-lagu rap pada umumnya. Dan dari dua penampilan itu, I can see that he is thoughtful and very serious about his craft.

Habis nonton, saya memutuskan untuk mengenal Kanye lebih jauh. Tapi bukan dengan cara yang salah seperti dengan membaca berita or any interviews about him, melainkan dengan cara yang seharusnya, yaitu dengan menyimak karya-karyanya. I want to know his music more, not his antics. So I press play, and boy oh boy do I like what I heard.

Bareng "Black Skinhead", "New Slaves", "Mercy", dan "Niggas in Paris", beberapa lagu Kanye yang menurut saya keren dan wajib didengar paling tidak sekali adalah  "Power", "Runaway", "Gold Digger" dan "No Church In The Wild" (my personal fave karena lirik, beat, dan suara Frank Ocean di bagian hook-nya sangat haunting). Saya juga merekomendasikan siapapun untuk nonton video-video klip Kanye karena the visuals are usually amazing, terutama klip lagu "Power" dan "Runaway" dari album My Beautiful Dark Twisted Fantasy (2010).

Sekarang bisa dibilang saya ngefans sama Kanye. Dalam artian, saya excited dengan musiknya yang selalu baru. Kalo saya perhatiin, selalu ada konsep yang kuat di balik setiap karya-karyanya. Saya juga suka karena dia musisi yang berani berpikir, dan dengan itu dia membuat audience-nya ikut berpikir. Terlepas dari apakah ide atau kritikan dalam lirik-liriknya itu salah, kelewatan, atau berbahaya, yang penting dia sudah mengungkapkan sudut pandangnya. Buat saya, in a way dia mirip Nikos Kazantzakis, yang sukses membuat saya berani berpikir liar setelah nonton "The Last Temptation of Christ."

Tapi jangan salah, biarpun sekarang ngefans, I still think that Kanye is one megalomanic dude for that "genius" and "Yeezus" statements. But at the same time, I applaud him for being an aggresive, dedicated artist. Listening to Kanye's songs, I know that I will be bombarded, either by sick beats or mad lyrics. Dan itu, buat penikmat musik seperti saya, sudah lebih dari cukup. As for his controversial antics? Ya sutralah ya... namanya juga seleb... Dia mau ngaku-ngaku sebagai the next Steve Jobs atau mau jungkir balik kayak apa kek sama si Kim, saya sungguh gak mau peduli.

No comments:

Post a Comment