Friday, March 4, 2011

Nyanyi sampai gemes


Bicara soal musik, saya suka nonton musik live. Mau akustik, rock, dangdut, R&B, instrumental, sampai musik-musik tradisional, somehow terasa lebih ‘nendang’ kalo ditonton langsung. Jazz apalagi, wih, jadi “hidup” dan lebih ngeresep karena musiknya terdengar penuh. Sensasinya beda jauh dibanding kalo lagu itu, let’s say, didenger via recordings atau via radio. Buat saya, sebuah live
performance yang bagus nggak selalu dalam skala besar kayak di konser atau pensi-pensian. Dengerin live band di kafe, pengamen yang suaranya bagus, atau nguping suara sodara yang lagi nyanyi di kamar mandi aja udah menghibur banget.

Selain musikalitas, yang juga seru dari sebuah penampilan live performance adalah aksi panggung si penyanyi atau musisi-musisinya. Bukan, yang saya maksud bukan kostum, koreografi, apalagi gimmick-gimmick kayak props, plot teatrikal, kembang api, kepulan asap, atau konfeti-konfetian. Emang sih, faktor-faktor itu juga menunjang, tapi yang biasanya menarik perhatian saya adalah ekspresi wajah, gerak-gerik, dan gaya si penyanyi/musisi. Contoh, keseksian cara memetik gitar si gitaris atau pemain piano yang mencet tuts sampai terbungkuk-bungkuk. Saya juga merhatiin stage presence dan interaksi si performer dengan massa-nya.

Soal ekspresi dan stage presence, menurut saya Michael Jackson dewa. Gila aja penonton bisa histeris dan terkesima cuma gara-gara ngeliat Jacko berdiri mematung lamaaa… trus melakukan gerak sesepele memiringkan topi, menggerakkan bahu atau ngelap bibir. Jacko juga selalu tampil dengan seluruh tenaganya. Dia menjiwai seluruh gerak dan penampilannya sampai kelihatan kayak mau meledak. Energi menguar dari seluruh pori-porinya. Menyentak-nyentak. Liar. Kayak lagi trans gitu. Aduh, saya bingung membahasakannya gimana… Pokoknya, di mata saya Jacko terlihat nyanyi sampai gemes sendiri. Gemes sedemikian rupa sampai kita literally bisa melihat dia menggeretakkan gigi. Lupa ada penonton, lupa ada kamera, lupa nge-jaim, lupa ngontrol muka, lupa segalanya. Hanya ada dia dan musiknya. Buat saya itu indah. Itungannya udah bukan live performance lagi, tapi "live soul".

Hentakan energi kuat yang sama juga saya tangkap dari Beyonce, Lady Gaga dan nyaris semua penyanyi soul dan musisi jazz. Kalo dari scene musik Indonesia, saya mendapatkan energi itu dari Widi, drummer-nya Maliq & D’essentials, dan Endah ‘n Rhesa. Ngeliat mereka begitu passionate dan ‘hidup’ di atas panggung, saya jadi ikut kebawa. Menyadari bahwa, waw, music really CAN take over the body. Udah bukan si performer lagi yang mengontrol lagu, tapi lagunya yang in charge. That’s why sampe sekarang saya selalu mengasosiasikan kualitas seorang artist/performer dari kadar kegemesannya saat tampil live. Kalo ga gemes, tandanya penampilan itu nggak sepenuh hati. Kalo gak sepenuh hati, tandanya nggak total. Dan karena dia gak total, berarti they’re not true artists.

Nah, baru-baru ini saya nemu dua penampilan “live soul”. Yang pertama Mumford & Sons di panggung Grammy Awards 2011, dan kedua, Casey Abrams dari American Idol season terbaru.

Di Grammy, Mumford & Sons tampil sebagai pembuka dalam sesi kolaborasi bareng Bob Dylan dan Avett Brothers. Band folk asal West London, Inggris, yang beranggotakan Marcus Mumford (vokal, gitar, drum, mandolin), Ben Lovett (vokal, keyboard, akordion, drum), "Country" Winston Marshall (vokal, banjo, dobro), dan Ted Dwane (vokal, bass betot, drum, gitar) itu menampilkan lagu “The Cave”. Mainnya seru deh, badan-badan mereka sampe terbungkuk-bungkuk dan rambut-rambut terkibas kesana-kemari. It looked like they’re having so much fun rocking the stage! Favorit saya adalah aksi si keyboardis dan banjois. Ben main keyboard sampe badannya kehentak-hentak dan si Country main banjo sampe topi kuningnya kelepas. Bo, saya ga pernah liat banjo dimainin sampe segitu gemesnya. Udah kayak main gitar listrik aja tu anak… Penampilan mereka begitu kuat, bahkan sampai Bob Dylan dan Avett Brothers kemudian bergabung di finale, mata saya tetep tertuju ke 4 sekawan itu. Man, what a performance!

Sayangnya, kemaren itu Marcus dkk nggak melakukan aksi khas live mereka. Dari beberapa sumber internet yang saya baca, katanya mereka suka saling tuker-tukeran alat musik pas lagi main live. Trus lebih sayang lagi karena malam itu mereka nggak menang sama sekali, padahal dinominasikan dalam kategori prestisius Best Rock Song dan Best New Artist. Oh well...

Btw, pas nonton live-nya, saya ga sempet merhatiin mukanya Marcus dkk. Tapi pas liat foto red carpet arrival ini, ohoho, ternyata cakep-cakep yaaa… kya kyaaa!!! (*grace mulai histeris-histeris ga meaning).

Next, penampilan “live soul” kedua saya temukan dalam diri seorang Casey Abrams, salah satu dari Top 24 American Idol 2011. Dua penampilan Casey yang paling saya suka adalah “Georgia on My Mind” di Solo Performance Hollywood Week dan “I Put A Spell On You” di Top 12 Guys Performances.

Pas nyanyi "Georgia on My Mind”, cowok yang sehari-hari kerja di perkemahan film di Idyllwild, California, ini nyanyi sambil main stand up bass (bas betot). Itu adalah kali pertama digunakannya bas betot di ajang American Idol selama 10 tahun pemutarannya. And he did not disappoint! Kehadiran instrumen itu meng-upgrade keseluruhan penampilannya. Sahut-menyahut sama aransemen vokalnya yang selalu penuh kejutan. Kehadiran bas segeda gaban itu juga langsung bikin Casey paling stand out di antara semua yang tampil hari itu. Ah bagus banget deh pokoknya! Kalo minjem istilahnya Randy Jackson mah, “It’s a solid, solid performance, dawg!”. Hehe…

Saya suka Casey. Banget. I think he has the whole package, talent and “it factor” wise. Saya suka suaranya, kejeniusannya dalam aransemen lagu dan manajemen suara (kadang empuk, kadang menggeram, kadang jerit-jerit), gayanya pas main bas betot, ekspresi gemesnya, dan cengiran nakalnya. He’s got swagger and wit. Likeable, padahal penampilan luarnya kayak Sinterklas (sebelum ubanan) dan bajunya gombrong gak jelas kayak homeless man (saya gak tega nulis "gelandangan"). Mukanya tua, gak sesuai sama umurnya yang masih 19. Tapi kalo lagi tampil… ya olo seksiii!!!

Randy Jackson bener, dia adalah salah satu finalis paling orijinal dan singer/musician paling talented yang pernah disaring American Idol (selain bass, dia bisa main gitar, piano, dan pianika). Steven Tyler bilang dia “SICK Good” dan J-Lo bilang dia “You’re sexy”. I hope he survives every week. People need to see more of him and American Idol’s ratings definitely need him on the show.


No comments:

Post a Comment