Tuesday, December 18, 2012

Nikmat menjadi guru


November lalu, saya mendadak jadi guru. Saya mengajar anak-anak Taman Belajar Rumahsenyumpagi cara membuat hastakarya dari kertas, yaitu pembatas buku lucu bergambar kucing.

Taman Belajar Rumahsenyumpagi adalah tempat belajar yang didirikan oleh teman saya, Ika Krismantari, di rumahnya di daerah Kampung Bulak, Depok. Sebetulnya udah lama Ika meminta saya untuk datang mengajar, tapi karena waktunya gak pernah jodoh, akhirnya baru hari Minggu, 18 November 2012, lalu saya bisa memenuhi janji.


Jujur, saya sempat degdegan. Terakhir kali ngajar anak-anak sebanyak itu kira-kira 10 tahun lalu waktu saya jadi guru SD pas KKN (Kuliah Kerja Nyata). Biar lancar, dari rumah saya persiapin semuanya. Saya bawa semua bahan dan alat-alat yang sekiranya diperlukan, termasuk segambreng spidol dan pensil warna-warni. Seminggu sebelumnya saya juga udah tanya-tanya ke Ika soal hal-hal teknis, seperti jumlah anak, durasi waktu, dll. Dan sebagai tambahan dukungan moral, saya ngajak Midya untuk ikut menemani (thanks for coming along, 'Mid!).

Usulan untuk membuat pembatas buku kucing datang dari Ika yang pernah melihat saya membuatnya di postingan ini. Saya pikir pilihan Ika itu tepat karena setelah jadi, setiap anak bisa memakainya sebagai pembatas buku pelajaran, komik, atau buku cerita favorit mereka. Saya juga bilang ke anak-anak kalau pembatas buku itu bisa mereka buat di lain waktu untuk diberikan sebagai hadiah ke teman atau saudara yang berulang tahun.


Kira-kira jam 1 siang, saya mulai mengajar. Awalnya hanya 6 orang murid yang datang. Tapi baru setengah jalan, datang lagi kloter kedua dan ketiga sehingga total anak yang ikut sore itu 18 orang. Lucunya, semakin banyak jumlah peserta, rasa gugup saya justru kian hilang. Saya makin asik menerangkan sambil sesekali berkeliling memeriksa dan memberikan tips.

Yang bikin tambah semangat, anak-anaknya pada niat banget. Gak ada yang asal bikin atau buru-buru. Salah gambar sedikit, mereka menghapus dan mencoba lagi sampai dapat. Ada juga beberapa anak dari kloter 3 yang saya juluki geng perfeksionis karena ngewarnainnya lama banget.. sampe bener-bener rapi! Haha, I love that!


Menjelang jam 4 sore, semua anak akhirnya puas dengan karya masing-masing. Hasil akhirnya lucu-lucu dan so colorful, I'm so proud of everybody! Ah jadi nagih nih... Ka, kapan aku diundang ngajar lagi?


 *Pics by me, Midya, and some from Ika's camera.
**Fyi, Ika menulis tentang sore yang menyenangkan ini di 2 blog-nya. Bisa dibaca di sini dan di sini.

No comments:

Post a Comment