
The Lucky 66 Bastard!!
Beberapa minggu kemudian saya menerima email dari seseorang yang berembel-embel detik.com, setelah dibuka ternyata email itu menginformasikan saya masuk 1000 besar dan berhak untuk lanjut ke babak selanjutnya. Setelah itu dengan modal bikin review tentang Raja Ampat dan alasan mengapa saya cinta Indonesia, saya kembali bertarung memperebutkan nominasi 500 besar. Beberapa minggu kemudian saya merasa deja vu karena saya kembali menerima email dari seseorang yang menginformasikan bahwa saya lolos menjadi 500 besar finalis dan berhak mengikuti tahap terakhir yaitu wawancara. Yeeeaay, saat itu udara Raja Ampat sudah tercium hingga ke ubun-ubun (haha ini sumpah lebay pisan).
Singkat cerita saya berangkat dengan hati yang mantap, pandangan lurus ke depan, dan jiwa yang optimis menuju gedung detik.com di Gedung Aldevco daerah Warung Buncit. Ternyata saya tidak sendiri, damn… banyak juga yang wawancara hari itu dan yang lebih damn lagi adalah saya baru tau kalo ada sesi video dimana kita harus berekpresi menunjukan cinta kita pada Indonesia, bisa nyanyi, baca puisi, ngelawak, nge-duet keong racun (eh ada looh yg kek gini), atau nari.
Yess I’m the lucky one who got the number one, bageeuuus!! Di saat orang lain tengah siap-siap ngasih ekspresi terbaiknya, saya gemeteran depan kamera karena gak tau mau ngapain hahahha. Akhirnya setelah sesi perkenalan lancar jaya, saya pun dengan spontan mengatakan kalo untuk menunjukan ekspresi cinta Indonesia saya akan bernyanyi lagu Rayuan Pulau Kelapa (sumpah ya perkataan ini keluar dari mulut ajaib saya secara spontan uhuy, tanpa rekayasa!!). Saya pun pura-pura ngambil nafas padahal mau inget-inget lagu Rayuan Pulau Kelapa teh yang mana heuheu. Akhirnya dengan pengetahuan pelajaran kesenian waktu SD, saya-pun berhasil menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa dengan miss di bait tengahnya (dan GILAA ternyata video ekspresi kami sudah beredar di dunia maya, but I will not give the link EVER..!! Jangan ngimpi mau liat video saya nyanyi hahaha).
Setelah sukses nyanyi setengah bait sayapun lalu masuk ke ruangan untuk diwawancara. Bla.. bla.. bla.. ditanya ini.. ditanya ini ditanya itu.. wawancarapun gak lebih dari 10 menit. Setelah itu saya keluar dan meninggalkan kantor Detik dengan perasaan lepas.
Hari berganti hari sampai akhirnya tanggal 7 September 2010, ponsel saya bergetar dan yang berbicara nan jauh di ujung sana seorang wanita (yang kemudian dikenal dengan mbak Indri - we love u Mbak’e) mengkonfirmasikan kalo saya lolos dan menanyakan kesediaan saya untuk meluangkan waktu menikmati Sulawesi Tengah. Tanpa ba bi bu saya langsung jawab YES ABSOLUTELY.. Memang selalu ada kesempatan kedua, tapi kesempatan yang sama gak akan datang dua kali ya toh? Saya lolos!! Walaupun bukan ke Raja Ampat tujuan awal saya, tapi saya tidak peduli karena hakekatnya saya tetap merupakan pemenang dari ribuan orang di luaran sana *prikitiiiww..*.
Menjadi salah satu dari The 66 Lucky Bastard!! bukan saja menikmati fasilitas ke Sulawesi secara gratis dimana kita hanya tinggal melenggang kangkung saja, namun ini merupakan pembuktian untuk saya bahwa inilah yang saya cari, ini passion saya, dan inilah yang membuat saya mencintai dunia saya.
Suatu saat nanti, saya ingin menjadi traveler yang bukan hanya menikmati kesenangan pribadi saja, tapi juga dapat menginspirasi orang-orang di luar sana. Berbuat lebih untuk orang-orang di luar sana dan bukan hanya menjadi traveler biasa.. Wanna be an extraordinary traveler :).
*Adi adalah temannya Zaki, yang akhirnya jadi teman saya juga. Saat ini Ia masih terdaftar sebagai mahasiswa tingkat akhir Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung. Tulisan ini dibuat setelah kepulangannya dari Sulawesi Tengah sebagai salah satu dari 66 Petualang Aku Cinta Indonesia (ACI) yang diselenggarakan detikcom. Klik di sini untuk mengetahui lebih banyak tentang ACI, dan di sini untuk membaca blog Adi.
** Foto: Dokumentasi Adi. Di foto, Adi ada di barisan bawah, tiga dari kiri.
No comments:
Post a Comment