
Sejak baca postingan Burgin Streetman tentang buku-bukunya Brian Wildsmith di sini, sini, dan sini, saya langsung ngefans. Di mata saya, ilustrasi-ilustrasi penuh warna yang dibikin Pak Wildsmith sangat-sangat indah. Saya terutama paling suka sama detil-detil ala cipratan cat (splat) yang selalu ada setiap beliau mewarnai pohon, semak bunga, alang-alang, rumput, akar, salju, langit, atau bulu-bulu hewan. Cipratan-cipratan sporadis warna-warni itulah yang, menurut saya, bikin ilustrasi-ilustrasinya makin keliatan bergerak, lebih 'hidup', dan ga tau kenapa somehow terasa romantis diliat.
Brian Wildsmith adalah ilustrator kelahiran Yorkshire, Inggris. Setelah bertahun-tahun menjadi guru dan menerima side job sebagai perancang sampul buku, istrinya, Aurelie, menyemangatinya untuk berhenti kerja dan fokus pada passion-nya, yaitu menggambar ilustrasi buku anak-anak. Kini, kakek berusia 82 tahun yang sekarang bermukim di Nice, Prancis, ini telah diakui sebagai salah satu ilustrator buku anak-anak terbaik dunia. Ia pernah meraih penghargaan prestisius The Librarians' Kate Greenaway Medal untuk buku "ABC" (terbit tahun 1962). Dan di Jepang, namanya begitu besar hingga di Tokyo didirikan Brian Wildsmith Art Museum.
Wildsmith dikenal lewat ciri khas penggunaan warna-warna yang bersemangat tapi ruwet (vibrant yet intricate). Warna-warna pilihannya berani dan terang-benderang. Saking benderangnya, beberapa orang mendeskripsikan karya-karya ilustrasi Wildsmith sebagai "breathtaking symphony of color", "a sunlight streaming from the page", atau "sings with life, seeming to cry out". Wildsmith memang selalu membuat gambar-gambar di bukunya secerah mungkin dengan harapan bisa mendorong anak-anak untuk lebih menghargai keindahan dunia. Ia juga selalu menggambar dengan sangat mendetil karena he believes that children appreciate details as well as color.
Ada satu cerita keren yang saya dapat dari internet: Tahun 1989, Wildsmith berkunjung ke Jepang. Di sana, seorang anak SD menghampirinya dan bilang betapa ia sangat suka dan mengagumi gambar di buku-bukunya. Si anak bilang,"The fish are so pretty, much nicer than the ones in the encyclopedia." Mendengar itu, Pak Wildsmith berterimakasih, lalu jelasin kalau, "I use whatever colors I feel like. When I paint a fish, I paint the kind of fish I would like to see. The same is true of my trees. I don't care if they're not the colors in photographs. I paint what I see with my eyes and feel in my heart. Perhaps that is what struck you as 'pretty'. I am very glad."
Wawawa... Itu kan mirip sama metode saya setiap menggambar! Begitu pikir saya sambil jumpy-jumpy sendirian, senang karna punya sedikit kemiripan dengannya ^_^.
Nah, sebagai fans (dan semi-kolektor buku anak-anak, hehe), tentu saya kepingin dong punya buku-bukunya Brian Wildsmith. Cari kesana-kemari, gak dapet-dapet. Mau beli di Amazon, kok ya mahal-mahal? Sempet lupa, sempet nyerah, sampe pas ke Pesta Buku Jakarta, 27 November 2011 lalu, akhirnya saya nemu! Dua buku lagi! Dan murah, sebiji hard cover cuma 15.000 perak! Yihaaa, lucky me!!!
Dua buku yang saya dapet adalah "Pangeran dari Negeri Salju" dan "Pohon Sakura" (terjemahan dari "The Snow Country Prince" dan "The Cherry Tree"). Buku-buku ini adalah hasil kolaborasi Wildsmith dengan penulis asal Jepang, Daisaku Ikeda. Dalam esainya yang diposting di situs SGI Quarterly, Ikeda mengungkapkan bahwa Ia adalah pengagum Wildsmith. "Every time I see his pictures, I am reminded that even the smallest detail of our existence is miraculous," ujarnya.



Melalui dua cerita "Pangeran dari Negeri Salju" dan "Pohon Sakura", Ikeda, yang juga merupakan Presiden Organisasi Buddha SGI ini, berusaha mengkomunikasikan kepada anak-anak Jepang (dan dunia) tentang adanya cinta kasih besar yang mengisi alam semesta. Dan atas kontribusi Wildsmith untuk kedua bukunya itu, Ikeda merasa sangat senang karena Wildsmith telah merespon isi kedua ceritanya dengan baik melalui gambar-gambar ilustrasi yang ulung. I love them too!



Untuk mengenal Brian Wildsmith lebih jauh, klik ke sini. You'll love it, I promise.
No comments:
Post a Comment