Saatnya Berhenti Sejenak
Aku tipe orang yang tidak bisa berhenti. Sering kali aku merasa kebingungan dan resah sendiri jika kemudian harus berdiam diri. Jadi dipastikan aku selalu sibuk melakukan sesuatu, kemudian lari kesana kesini, mengurusi ini dan itu dan terus dan terus dan terus.
Aih... tapi saat-saat seperti ini, aku merasa ingin berhenti sejenak. Aku ingin menikmati apa yang ada sekarang, tanpa perlu berpikir macam-macam tentang masa depan. Menghirup udara sedalam-dalamnya dan sepuasnya-puasnya sambil melonjorkan kaki ke depan dan beristirahat sejenak.
Tapi tetap saja pikiran ini tak mau berhenti. Susah sekali memang mengontrol alam pikiran yang liar ini, hihihi.
Lalu teringatlah aku pada sebuah tulisanku di blog, tentang mimpi. Kalian bisa lihat di sini.
Mumpung akhir tahun, mungkin tepat saatnya untuk melakukan refleksi diri dan melihat sudah sejauh mana aku melangkah.
Aku dapat ide untuk menulis mimpi-mimpi dari temanku Grace. Dia adalah sahabat dari sahabatku Odit.
Uuh, menurutku dia adalah salah satu orang paling keren di muka bumi ini. Daya kreasinya luar biasa. Aku adalah salah satu dari sekian banyak pengagum blognya. Setiap minggunya, aku pasti tak sabar melihat postingan-postingannya terkini untuk melihat proyek karya seninya yang lucu-lucu dan kreatif. Aku punya harapan agar kelak suatu hari, Grace mau berkunjung ke sekolahku dan membagi ilmunya ke anak-anakku.
Dan dari dialah, aku kemudian meniru membuat daftar impian selayaknya to do list untuk agenda harian. Menyenangkan bukan?
Dari listku, aku menemukan bahwa beberapa item sudah berhasil kuwujudkan. Uuh... senang sekali hatiku.
Poin 3, poin 8 (amin, semoga dalam waktu dekat :), poin 15 dan 19, kemudian 20 (bukan satu, tapi malah mungkin empat dan semua terjadi tahun depan, yay!), poin 22 (meski aku ingin membuat perpustakaan satu lagi untuk murid-muridku juga), dan poin 27.
Waah sudah tujuh hal terwujud, dan 28 lainnya ditambah mimpi-mimpi baru lainnya menanti.
Okey, waktu istirahat selesai. Ayo bangun, dan wujudkan mimpi-mimpimu yang lain, ‘Ka! :p
* Ika adalah sahabatnya Odit, yang akhirnya jadi teman saya juga. Saat ini Ika bekerja di The Jakarta Post sebagai Feature Desk Reporter. Ia juga pendiri dan pengajar Taman Belajar Rumah Senyum Pagi. Postingan ini dan tulisan-tulisan Ika lainnya bisa dibaca di blognya.
** Untuk membaca postingan saya sebelumnya tentang Ika, klik di sini.
*** Foto: Dokumentasi Ika, diambil dari Facebook-nya.

No comments:
Post a Comment